Protein
Yunani : proteus (yg pertama/penting)
¾ zat padat tubuh
Dalam sel :
- protein struktural à bagian integral sel
jika ingin mengekstraksinya, harus merusak struktur sel.
- protein metabolik à dapat diekstraksi tanpa merusak sel
Presentase protein dalam tubuh :
Otot : 50%
Kulit : 20%
Tulang : 20%
Tempat lain : 10%
Defisiensi Protein terjadi perubahan :
· Jaringan otot
Pada Kekurangan Kalori Protein (KKP), marasmus, kwashiorkor ototnya atrofi.
· Gangguan struktur dari kulit
Dimana kulitnya atrofi ; terjadinya gangguan ketentuan kulit & turgor menurun.
· Di tempat lain seperti berbagai cairan di extraseluler, intraseluler, pembuluh darah, enzim
Rumus Protein :
R – CH – COOH carboxyl
Alkil NH2 amin
Masing” asam amino diikat oleh ikatan peptida
NH2 O H O
R1 – C – C – N – C – C – OH
H H R2
Protein = Polipeptida
1 molekul protein terdiri dari beribu-ribu asam amino sehingga berat molekulnya besar dengan laju endapan ultrasentrifuge.
Albumin telur (putih telur) : BM 44.000
Haemoglobin : BM 60.000
Albumin serum : BM 69.000
Globulin serum : BM 100.000
Fibrinogen : BM 400.000
Tiroglobulin : BM 630.000
Secara normal protein tidak ada di urine. Adanya endapan protein di urine menunjukkan kebocoran pada ginjal.
BENTUK PROTEIN
· Bentuk Bola (Globular)
c/: albumin, globulin plasma, insulin
· Bentuk Berserat
c/: – protein rambut
Pada anak KKP : rambut kusam, berwarna merah, mudah patah.
- kulit
Protein terdiri dari :
1. Asam amino dengan ikatan peptida –CONH-
2. Selain C,H,O juga N, P, S, Fe, Cu
3. 1 mol protein 12-18 macam asam amino
Tiap macam asam amino bisa sampai ratusan
Sifat protein ditentukan oleh :
1. Macam asam amino dalam molekul protein
2. Jumlah tiap macam asam amino
3. Susunan asam amino
Asam amino Essential :
· tidak disintesa oleh tubuh, yaitu berasal dari makanan.
· Jaringan baru akan terbentuk kalau seluruh asam amino essential tersedia saat bersamaan.
· Lycin, leucin, isoleucin, methionin, valin, tryptophan, treonin, phenylalanin, histidin.
Asam amino Non-essential :
· yang dapat disintesa oleh tubuh kita sendiri
Golongan Makanan Asam Amino Essential :
· Sempurna
Asam mino essensial cukup jumlah & macam
Cth : casein & lactalbumin (ASI)
Ovalbumin (telur)
Glicinin (kacang kedelai) à nabati
· Tidak Sempurna
Asam amino tidak ada atau sangat sedikit satu atau lebih.
Cth : glutelin & zain dari jagung.
· Kurang Sempurna
Asam amino lengkap tapi satu atau lebih jenisnya sedikit
Cth : citadin (terigu)
Hordein (jali)
Prolamin (jali)
Protein nilai tinggi à asam amino essential lengkap dalam jumlah seimbang sesuai dengan pembentukan jaringan.
Klasifikasi Protein Berdasarkan Fungsi Di Dalam Tubuh :
|
Jenis Protein |
M’dukung Pertumbuhan |
M’dukung Pemeliharaan Jaringan |
|
Protein lengkap (sempurna) Protein ½ lengkap Protein tidak lengkap |
+ - - |
+ - - |
GUNA PROTEIN
1. Zat pembangun
· masa pertumbuhan
· wanita hamil (utk janin & kel. Mammae)
· sakit menahun terjadi penghancuran jaringan
· latihan olahraga
2. Bahan bakar
Setelah karbohidrat & lemak,tetapi harus lengkap jumlah & macamnya, baru memelihara jaringan.
3. Zat pengatur
· keseimbangan cairan
oleh tekanan osmotik yg menuju daerah tekanan tinggi.
c/: pd nefrotic syndrome tjd proteinuria, protein sedikit di darah menyebabkan gangguan keseimbangan tekanan osmotik antara intrasel & extrasel mengakibatkan penumpukan cairan di daerah yg bertekanan tinggi misalnya di intrasel yaitu terjadinya oedem.
· keseimbangan asam basa
bersifat amfoter misal pada saat asidosis karena diare yg lama, maka dari itu protein bersifat basa, dan sebaliknya.
· pembentuk enzim & hormon
c/: laktase yg menyebabkan intoleransi mencret pada anak KKP.
· pembentuk antibody
yaitu globulin.
KESEIMBANGAN NITROGEN
Molekul protein terdiri dari 16% nitrogen (N).
Tiap gram N dari tubuh berasal dari pemecahan 6,25 gr protein.
Dewasa normal cukup makan protein
Keseimbangan Nitrogen Pasif :
· N diserap > dibuang
· Tidak tercapai bila N yg dimakan kurang dari kebutuhan minimal protein.
· Terdapat pada :
- anak sedang tumbuh (jaringannya berkembang).
- wanita hamil & menyusui (utk pertumbuhan janin, uterus, plasenta, ASI).
- keadaan yg disertai pembentukan jaringan baru pada keadaan sembuh dari luka bakar.
Keseimbangan Nitrogen Negatif :
· N dibuang > dimakan
· Dijumpai bila :
1. Protein dimakan kurang dari kebutuhan minimum.
2. Kurang asam amino essential dalam makanan.
3. Energi karbohidrat & lemak tidak cukup protein dibakar.
4. Orang sakit dengan pemecahan jaringan tubuh yg banyak.
Kebutuhan Minimum Protein :
à jumlah konsumsi protein sedikit diatas batas, minimum saat mana mulai terjadi keseimbangan nitrogen.
Batas Minimum :
à keadaan dimana jumlah protein yg dipecah dalam tubuh tidak dapat dikurangi lagi walaupun intake tidak mencukupi.
CARA MENILAI PROTEIN
Nilai Biologi (B.V) = P/A x 100
P : jumlah N tubuh utk pembentukan jaringan.
A : jumlah N yg diserap usus, berasal dari makanan.
Nitrogen yang diserap : A = M- (F-Fm)
M : N dalam makanan percobaan
F : N dalam tinja setelah diberi makanan percobaan
Fm : N dalam tinja bila diberi makanan bebas protein
Nitrogen yg tertinggal dalam tubuh : P = A – (U+Fm)
A = N yg diserap
U = N dalam urine
Fm = N tinja dgn makanan bebas protein
B.V >> sumber protein bernilai bagus
Protein Efficiency Ratio (PER) :
à perbandingan kenaikan berat badan dengan jumlah protein yg perlu untuk kenaikan tersebut.
PER = Gram perubahan berat badan
Gram protein yg dikonsumsi
Net Protein Utilization (NPU) :
à persentase N makanan yg ditahan tubuh utkpembentukan jaringan.
NPU = N retained x 100%
N food
Nilai Cerna (Digestibility) :
Persentase protein makanan yg dapat dicerna dan diserap usus.
Nilai cerna : M – W x 100%
M
M = N dalam makanan yg diperiksa
W = N dalam tinja setelah diberi makanan percobaan
Protein nabati nilai cernanya lebih baik setelah diproses. c/: kedelai tahu/tempe.
Index Gizi : Nilai Cerna x Nilai Biologi
100
Nilai Kimia :
Merupakan cara penilaian protein berdasarkan susunan asam amino.
Protein Score = T x 100
R
T = berat AAE yg terkecil jumlahnya dalam protein yg diteliti.
R = berat AAE yg sama dalam reference protein.
N Retained N consumed N intestines
N absorbed
N excreted in urine N excreted in feces
REFFERENCE PROTEIN
FAO : – SSN protein hipotetik
- protein ideal
- refference protein
- provisional amino acid pattern (PAAP)
i
terdiri dari jumlah minimal berbagai AAE
i
protein score = 100
PROTEIN SCORE
- dengan analisa kwantitatif dari asam amino essensial
- cari perbandingannya dgn asam amino essensial ref. Protein
CS = kwantum asam amino limiting pertama x 100
Kwantum asam amino tsb. dlm PAP
KEBUTUHAN PROTEIN
1. Ukuran dan komposisi
2. Umur
3. Macam dan nilai protein
4. Faktor pencernaan & penyerapan
5. Keadaan fisiologik tubuh. c/:pada wanita hamil.
Normal : 1 gr/kg BB atau 0,8 – 1,2 gr/kg BB
Anak : 2-3 gr/kg BB
SUMBER
1. Hewani :
- nilai gizi tinggi
- protein score 70-100
- mudah dicerna
- harga mahal
- cepat busuk mengandung lemak
- c/ : unggas, daging, telur, susu, ikan, ASI
|
Jenis Daging |
Kadar Protein (gr) |
Kadar Lemak (gr) |
|
Daging sapi kurus Daging sapi gemuk Daging babi Daging kambing Daging ayam Daging itik Dendeng daging Hati sapi |
20 19 16 17 20 20 55 20 |
5 24 36 10 7 5 0 4 |
2. Nabati :
- lebih murah
- lebih memberikan perasaan kenyang
- nilai proteinnya rendah ditentukan oleh asam amino yg kurang.
Terdiri dari :
1. Kacang kedele à sari kedele, tahu, tempe, kecap, tauco.
2. Kacang tanah.
3. Kacang-kacang lain.
4. Daun-daunan
- daun singkong mengandung 8-12% protein
- daun katuk “ 6% protein
- daun kelor “ 7% protein
- daun kecipir “ 5% protein
- daun pepaya “ 6% protein
- daun seledri “ 6% protein
Kacang kedele :
- nilai gizi tinggi
- protein score : 73
- campur beras atau jagung mixed protein nilai k
- nilai cerna lebih baik bila diproses : misalnya dengan jamur.
Protein susu & telur : sebagai pembanding baku.
Rata-rata nilai protein maximum sehari-hari diperkirankan 60% dari nilai protein telur.
ASAM AMINO ESSENTIAL & NON ESSENTIAL
|
Essential |
Conditional Essential |
Non Essential |
|
Leucin Isoleucin Valin Tryptophan Fenilalanin Methionin Treonin Lisin Histidin |
Prolin Serin Tyrosin Systein Taurine Glycine Arginine |
Glutamat Alanin Aspartat Glutamin |
Fungsi Khusus Asam Amino :
· Tryptophan : prekursor
· Methionin : donor methyl group untuk sintesa komponen spt. Cholin, carnitin
· Fenilalanin : prekursor tyrosin & menyatukan formasi tirosin & epinefrin
· Tirosin : prekursor utk membentuk pigmen kulit dan rambut
· Arginin : terlibat dalam sintesa urea dalam hati
HORMON REGULASI
è mempunyai efek katabolik/anabolik pada metabolisme protein.
· Growth hormon : – memacu sintesa protein
- konsentrasi dalam jaringan
· Insulin
· testeosteron : memacu sintesa protein selama proses pertumbuhan.
· Glukokortikoid : stimulasi glukoneogenesis dgn ketogenesis protein
· Tiroksin : peningkatan efek metabolisme protein secara langsung dalam semua sel.



wueh..
skedar berbagi, saya juga ada menulis ttg protein DiSiNi.
Salam kenal ya..
71mm0’s Day
Pharmacy’s WEBLog
71mm0
December 5, 2008
keren bgt ni sesuai dengan seminar gw.
ck
February 4, 2009
Thanks, semoga sukses seminarnya.
cinta
February 4, 2009
emm so sweet…thanks for wrote this articel
zamroni
February 27, 2009
sama”……
cinta
March 1, 2009
kalau protein dalam putih telur 1 kg kira2 berapa gram? thx
jo3
March 29, 2009
nilai protein telur (12,8 g/100 g)
1 kg (1000 g) telur berarti kandungan proteinnya 128 g..
cinta
April 4, 2009
tau gak kebutuhan minimal taurin dalam minuman berenergi?
AB8291AN
May 8, 2009
MINTA ARTIKEL TENTANG SUSUNAN KIMIA KOAGULASI PROTEIN GLOBULIN
wawan ridwan
July 8, 2009
@ AB8291AN : tidak tau…. minuman berenergi sebenarnya tidak terlalu baik untuk kesehatan lho…
cinta
July 19, 2009